h1

Database DNS

7 Maret 2011

Database DNS diterapkan dengan sistem partitioning yang terbagi-bagi dalam suatu zone berdasar domainnya dan letak geografis. Top level organizational domain (biasa disebut generic domains) yang digunakan saat ini antara lain :
Com – organisasi komersial
Edu – institusi pendidikan
Gov – institusi pemerintahan
Mil – organisasi militer
Net – Network support center
Org – Organisasi tertentu yang tidak disebutkan disini
Int – organisasi internasional
Us – United states
Uk – United kingdom
Id – Indonesian

DNS Name Server dan Implementasi BIND
Name server menggunakan basis data terdistribusi yang terdiri dari tuples . Contoh atribut: jika resource adalah printer, maka atribut dapat menyatakan apakah
obyek dapat melakukan pencetakan postcripts atau tidak.
Hal penting yang harus dimiliki:
– Availability,
– Resilience to failure,
– Konsistensi,
– Kecepatan menerima pengaruh perubahan name lists,
– Kemudahan mengkompilasi list of objects (resources).
Pada tiap zone memiliki 2 name server yang menyediakan authoritative naming
information (replikasi). Suatu authoritative DNS Server ada 2 jenis :
• Primary server :
– Mendapatkan data dengan membaca file di storage
– Lebih dikenal dengan File Zone
• Secondary Server :
– Mendapatkan data dengan mereplikasikan data yang ada di primary server
– Lebih dikenal dengan Transfer Zone

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: